Uji Adrenalin di Air Terjun Tumpak Sewu, Malang

Woaaaa ternyata oh ternyata Jawa Timur juga punya air terjun seperti Niagara yang ada di Amerika sana! Namanya Air Terjun Tumpak Sewu dan terletak di perbatasan Malang dan Lumajang. Yes, bener-bener perbatasan, ibarat kata nih bisa aja lo masuk lewat pintu di Malang trus keluarnya di pintu Lumajang.

Perjalanan gue kesini adalah bagian dari Malang Birthday Trip di awal Maret kemarin, Seorang teman pengen banget ke air terjun tumpak sewu dan dari awal doi emang bilang, “tapi trekkingnya lumayan loh nis, kalo ga kuat seperti biasa lo nunggu di parkiran aja” wkwk. Ya memang kalau judulnya udah trekking, mau sebagus apapun viewnya, lebih baik gue ga ikut deh daripada di tengah jalan sesek napas, sakit kaki, dan ngerepotin orang.

Gue dan 4 orang teman menuju air terjun Tumpak Sewu di tanggal 3 Maret 2019 tepat jam 07.30 pagi berangkat dari Kota Malang. Awalnya sih pengen motoran, tapi ngeri kecapean, jadinya kita sepakat sewa mobil deh. Oh iya, 2 cowok yang ikut trip ini asli Malang yang kita baru kenal pas trip ini, emang lebih baik ajak warga lokal buat jadi guide deh kalau ke tempat yang ekstrim begini. Berasa lebih aman dan tearah aja gitu.

Opsi lain untuk menuju air terjun Tumpak Sewu ini adalah dengan naik bus kecil mirip metromini. Tapi karena perjalanannya lumayan jauh (sekitar 2 jam) dan melewati jalan berlika-liku, menurut gue mendingan naik kendaraan pribadi.

Akses air terjun tumpak sewu dari Malang gampang banget ditemuinnya, setelah berkendara ke arah perbatasan Kabupaten Lumajang, di sisi kanan jalan bakalan keliatan papan informasi pintu masuk air terjun. Jalannya lebar dan mobil aman banget untuk masuk.

Selamat datang di Tumpak Sewu!
Akses menuju air terjun yang dikelilingi oleh pohon salak

Sesampainya disana, gue disambut dengan warga setempat yang ramah. Di dekat akses pintu masuk ada 2 rumah warga yang menjual makanan dan minuman dengan harga sangat murah! Mereka nggak ngejual macem-macem sih, cuma indomie, nasi pecel, sama aneka minuman dingin. Tapi sangat lumayan untuk mengisi energi.

Uji Nyali Dimulai Dari Sini….

Jadiii…gue harus menyusuri jalan setapak ini sebelum turun ke bawah (spot pertama air terjun). Treknya lumayan sulit untuk gue yang bukan anak trekking tapi sangat gampang untuk lo semua yang doyan trekking.

Lo harus menuruni sisi jalan yang kecil gini. Harus hati-hati banget karena tanahnya lumayan basah dan teksturnya sangat berbatu, kalo keseimbangannya gak oke sih pasti sedikit jatoh-jatoh gitu deh. Di bagian sebelah kiri ada bambu yang membatasi antara jalan dan jurang, jadi lumayan aman lah kalo mau pegangan sama bambu.

View air terjun dari spot pertama

Setelah menuruni jalan setapak, sampe juga deh di spot pertama air terjun tumpak sewu!! Ini nih spot paling aman yang jadi surganya para instagrammer. Nih beberapa angle yang bisa jadi inspirasi foto lo yaa kalau mau photoshoot disini:

tjakeppsss kan?

Air terjun Tumpak Sewu emang kece banget kalo buat foto landscape, karena bentuknya mengitari hutan seperti setengah lingkaran. Udah gitu air terjunnya bersifat plunge atau nggak bersentuhan dengan dinding batu dan tebing dibaliknya. Menurut gue, view air terjun ini kayak tirai tipis warna putih. Bagus bangeett!!

Petualangan dimulaiiiiiiiii…

Nggak cukup sampai spot ini aja gaess.. Buat lo yang punya nyali, lo bisa turun ampe bawah ke kaki air terjunnya. Nah kalo udah sampe bawah, bisa lanjutin sampe spot Goa Tetes yang juga jadi andelannya di kawasan ini.

Tapi… harus siapin mental untuk trek menuju kaki air terjunnya πŸ™‚

Yapp kalian harus menuruni tangga 180 derajat untuk turun ke bawah. Bayangin deh turun dari sisi gunung kan biasanya ada jalan yang bisa dilewatin, ini tuh pake tangga yang ditempelin gitu aja di tebing.

Supaya kaki bisa menapak dari satu anak tangga ke anak tangga lainnya, harus bener-bener nengok ke bawah tapi sekaligus ngejaga keseimbangan karena tangga bisa goyang-goyang kalau lo kebanyakan bergerak.

Kebayang kan kayak gimana 180 derajatnya?

Begitu udah selesai turun tangga, apakah langsung disambut oleh air terjun? Ooo nggak segampang itu πŸ™‚ Harus jalan lagi menelusuri sungai sebelum sampai ke tujuan.

Tapi perjuangan yang melelahkan itu gak sia-sia karena setelah mendaki gunung dan melewati lembah, ada pemandangan seperti ini yang menyambut di depan mata…

copyright to blog.reservasi.com. kenapa bukan foto sendiri? karena stok fotonya gak proper untuk ditampilkan. saat itu hujan, gabisa ambil foto kece pake kamera :p

Skor 1-10, gue kasih 8 untuk keindahan air terjun tumpak sewu. Boleh lah jadi rekomendasi pas lagi liburan ke Malang. Fyi, penduduk setempat disini ramah banget dan toiletnya bersih. Oh iya, kalau yang takut dan ragu untuk turun sampai bawah air terjun, cukup sampai spot pertama aja juga udah bagus kok.

Contohnya gue, setelah foto-foto di spot pertama langsung balik lagi ke parkiran sambil makan indomie dan tidur siang. Jangan memaksakan diri, karena setiap orang punya kapasitasnya masing-masing πŸ˜€

Seorang penikmat dan pemberi kata. Bekerja di ranah content dan social media. Suka nulis untuk menuangkan pikiran yang hobi menggeliat di otak.
2 comments
  1. Bagus tulisannya Niss, cuman kurang tulisan di paragraf akhir “Brought to you by Eiger”

    1. hahahaa mas jimmy bisa ajaaa..tulisan ini masih free endorsement nih :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *