Menyapa Kepulauan Labengki-Sombori dengan Drama!

Pernah melihat cantiknya Raja Ampat kan? Pasti langsung terbayang ke pemandangan yang menawarkan birunya air laut dan tebing-tebing yang menjulang itu. Kalau untuk sekarang, rasanya belum sanggup untuk mengujungi Raja Ampat. Tapi Indonesia yang kaya ini menawarkan tempat lain yang nggak kalah cantik bahkan disebut sebagai duplikat Raja Ampat, yaitu di Kepulauan Labengki-Sombori.

Kepulauan Labengki-Sombori terletak di wilayah Sulawesi Tengah. Perjalanan gue ke Labengki-Sombori cukup dipenuhi drama mengingat November 2017 lalu ((iya ini trip jadul gue wkwk)) cuaca sangat nggak bersahabat. Tapi semua rasa deg-degan terbayarkan dengan view yang ditawarkan oleh Labengki-Sombori.

Rute Perjalanan Menuju Kepulauan Labengki-Sombori

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar naik Sriwijaya Air. Flight gue jam 10 malam diiringi dengan hujan yang bikin turbulensi lucu :). Kenyang dengan turbulensi akhirnya sampai juga transit di Makassar dan harus nunggu flight besok paginya ke Kendari dengan Lion Air.

Drama kedua disambut dengan Lion Air yang delay 3 jam dan mengharuskan gue take off jam 10 pagi ke Bandara Haluoleo Kendari. Sesampainya di Kendari, gue bersiap-siap nyebrang ke Kepulauan Labengki-Sombor dari pelabuhan dengan naik kapal standart nelayan gitu. Disinilah drama ketiga dimulai.. Kapal udah jalan sekitar 15 menit dan tiba-tiba kipas kapalnya rusak dan gak ada kapal cadangan untuk ditumpangi.

Jadinya yaudah deh gak ada pilihan lain untuk nunggu kapal diperbaik yang memakan waktu sekian jam sampai-sampai gue baru sampai Kepulauan Labengki Sombori itu sekitar jam 18.30. Kebayang kan laut kalau udah mulai gelap gimana? Ombak dan angin lautnya mantep banget dan kapal jalannya hati-hati banget supaya gak nabrak terumbu karang. Sedaaap deh :)).

Untung aja sampai dengan selamat sampai penginapan dengan kondisi sedikit mual dan kelaparan. Oh iya gue ikutan open trip untuk Labengki-Sombori trip ini, ada 14 orang super seru yang bikin trip ini sangat menyenangkan!

Ada Pantai Mercusuar dan Goa Kolam Renang di Belakang Penginapan!

Rumah penduduk yang dijadiin penginapan lumayan nyaman untuk ditempati. Walaupun di pagi hari listriknya mati dan kalau mau mandi harus bolak-balik isi bak tapi its oke lah. Makanan yang disuguhi juga enak-enak dan full seafood, saking seringnya dikasih ikan, udang, sampai lobster, gue sampe kangen banget sama rasanya indomie :)).

Gue nginep di Pulau Labengki kecil dan di bagian belakang ini ada pantai yang masih sepi dan bersih banget, namanya Pantai Mercusuar.

foto diambil dari atas mercusuar

Suasana pantainya nyamaaan banget karena belum banyak orang. Pasirnya padat dan teksturnya halus, ombaknya juga nggak kencang jadi masih bisa main-main air di sini.

Ini mercusuar yang jadi iconnya!! Bisa banget kalau mau naik sampe atas dan ngeliat pemandangan dari atas. Kalau gue sih cukup jalan-jalan di bawah aja deh :p

Selain Pantai Mercusuar, Goa Kolam Renang adalah spot yang gak boleh ketinggalan nih. Cukup effort untuk masuk ke dalam goa karena akses masuknya sempit dan curam. Tapi begitu sampai di dalam goa, akan disambut oleh kolam air tawar dengan temperatur yang cukup dingin!

Fyi, di Pulau Labengki Kecil ini sangat amat susah sinyal! Jangankan internetan, buat nerima SMS aja mesti naik ke mercusuar dulu guys. Jadi kalau kalian pengen liburan tanpa bener-bener diganggu notifikasi, tempat ini cocok banget deh.

Masih banyak keindahan di Kepulauan Labengki Sombori yang bisa dijelajah, untuk spot lainnya akan gue update di beda postingan ya <3

 

Seorang penikmat dan pemberi kata. Bekerja di ranah content dan social media. Suka nulis untuk menuangkan pikiran yang hobi menggeliat di otak.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *