Mengunjungi Rumah Nenek, Goa Cermin, dan Pantai Mercusuar

Masih bercerita tentang Labengki dan Sombori, kepulauan yang terletak di kawasan Sulawesi Tengah ini memiliki banyak keindahan yang layak disebut aset kebanggan Indonesia. Ketika berkunjung ke kepulauan Labengki-Sombori, gue langsung kepikiran seperti apa yaa cantiknya Indonesia bagian timur seperti Maluku, Raja Ampat, dan teman-temannya. Karena ngeliat warna biru-hijau toska versi Sulawesi aja udah bikin gue terpukau dan bahagia banget 😀

Jangan mikir bakal bosen karena isinya cuma laut doang! Meskipun 90% pemandangan yang dilihat adalah laut, dijamin nggak akan bosen kalau bentuknya seperti ketiga tempat berikut.

Pantai Mercusuar

Terletak di area homestay tempat menginap, pantai mercusuar bisa diibaratkan sebagai “pekarangan rumah”. Layaknya fungsi dari pekarangan, pantai ini ada untuk menambah keindahan sekaligus membuat orang betah berlama-lama.

Gue menyusuri pantai mercusuar di pagi hari, rencana awal sih ingin melihat sunrise. Tapi apa daya, mataharinya ngumpet malu-malu di balik awan mendung. Gagal menikmati matahari terbit bukan berarti gue nggak bisa menikmati cantiknya pantai mercusuar. Pantai mercusuar memiliki butiran pasir putih kecil-kecil dan bertekstur sangat halus, sehingga tidak sulit untuk berjalan meskipun dengan kaki telanjang yang basah.

Pantai Mercusuar dan matahari pagi yang enggan menyambut

Arus air yang nggak terlalu kencang membuat para wisatawan yang datang merasa aman untuk main-main sambil berendam di sisi pantai. Lo juga bisa loh melihat sisi lain pantai ini dari angle yang berbeda yaitu dari atas mercusuar. Yes, itulah alasan mengapa dinamakan pantai mercusuar 😀

Mercusuar menjulang tinggi

Ini dia penampakan pantai jika dilihat dari atas mercusuar!

credit: @andrikilua on Instagram

Goa Kolam Renang

Berenang di kolam renang umum atau hotel? Udah biasa! Di Labengki inilah untuk pertama kalinya gue nyobain main air di dalam goa. Namanya goa kolam renang dan letaknya sangat dekat dengan pantai mercusuar. Pokoknya kalau menuju ke pantai mercusuar, udah pasti ngelewatin goa kolam renang.

Sebelum gue dan rombongan masuk ke dalam, guide kami terlebih dulu masuk untuk memasang alat penerangan. Nggak mungkin kan gelap-gelapan di dalem? Akses masuknya cukup mudah meskipun harus tetap berhati-hati karena menaiki tangga dan batu yang licin.

Goa kolam renang berisi air tawar dengan kedalaman kira-kira sedada orang dewasa. Kalau ragu-ragu mau berenang, lo bisa jalan lewat pinggir-pinggirnya sambil pegangan di batu-batu. Jalan pelan-pelan sampai ujung, lalu baru bisa duduk sambil ngobrol santai seperti ini.

Mau difoto sendiri? Monggo…Silakan…Jadikan goa ini kolam renang pribadi 😀 Udara di dalam goa cukup sejuk cenderung dingin. Air tawarnya juga segar dan jernih. Gue dan teman-teman menghabiskan waktu lumayan lama di sini cuma untuk berendam, ngobrol-ngobrol, dan tentunya foto-foto :D.

Credit: @werryson on Instagram

Rumah Nenek

Hei kalian yang selama ini tinggal di komplek perumahan, pernah nggak kepikiran punya rumah di tengah-tengah perairan? Pastinya ada sedikit ketakutan karena khawatir rumah hanyut diterjang badai atau pasang air laut.

Tapi di Labengki ada nenek yang berani tinggal di rumah kayu dan dikelilingi perairan jernih nan tenang. Rumah Nenek menjadi salah satu daya tarik wisatawan karena benar-benar menawarkan pemandangan yang luar biasa.

Jika berkunjung di sini, jangan lupa untuk menyapa sang nenek dengan ramah yaa.. Jadi nggak asal dateng, numpang foto-foto, langsung pulang :))). Untuk berkunjung ke Rumah Nenek tidak dikenakan tarif, tapi alangkah baiknya kalau memberikan sedikit “uang terima kasih” kepada si nenek. Lumayan kan, terlebih si nenek tinggal sendirian di tengah-tengah perairan dan bukit-bukit itu.

Rumah Nenek dari kejauhan

Gue sempet ngeliat banyak hasil laut seperti ikan, cumi-cumi, dan hewan laut lainnya dijemur di Rumah Nenek. Mungkin itu untuk dijual lagi dan menjadi mata pencaharian si nenek ya.. Rumah Nenek sering dijadikan spot istirahat makan siang para wisatawan. Nah perlu diingat, jangan buang sampah makan siang sembarangan. Sayang-sayang kalau pemandangan secantik ini dikotori oleh sampah.

Mau foto ala-ala kayak di IG? Nyebrang ke rumahnya pakai kayu kecil ini

Coba bayangin kalau di depan rumah kita langsung dihadapkan ke laguna berwarna jernih seperti ini. Dijamin bikin hati dan otak adem. Semoga rumah kita berdua nanti akan atau lebih indah dari Rumah Nenek ini ya 🙂

Tulisan ini menarik untuk dishare!

1 comment / Add your comment below

Leave a Reply