Menaruh Hati di Kepulauan Labengki-Sombori

Sejak punya hobi jalan-jalan, gue selalu memilih wisata pantai sebagai destinasi pelepas penat. Kenapa nggak gunung? Karena gue malas capek-capek trekking (hehehe) walaupun nantinya akan terbayar dengan pemandangan yang luar biasa. Saat wisata laut pun, gue tipikal orang yang less effort. Gue sangat bisa menikmati moment  tanpa harus snorkeling atau diving. Kalaupun snorkeling paling nggak lama, cuma sekedar lihat under water nya seperti apa, setelah itu udah deh pasti lebih milih duduk di pasir atau kapal sambil memanjakan mata. Annisa Rizka ini anaknya nggak mau ribet banget yaaa?? HAHAHA EMANG!

Di bulan September kemarin, gue memilih tanah Sulawesi sebagai spot travelling penutup akhir tahun. Tepatnya di Kepulauan Labengki-Sombori yang berada di area Sulawesi Tenggara. Seperti biasa, gue ikut share cost trip supaya bisa lebih seru-seruan ketemu temen-temen baru.

Untuk mencapai Kepulauan Labengki-Sombori, inilah rute yang gue ambil:

  • Pergi: Jakarta – Transit Makassar – Kendari – Pulau Labengki (starting point pelabuhan Kendari menggunakan kapal kecil)
  • Pulang: Pulau Labengki (menuju pelabuhan Kendari menggunakan kapal kecil)- Kendari – Jakarta

Ada sedikit drama terselip, gue transit di Makassar jam 1 pagi dan schedule flight ke Kendari jam 6 pagi. Tapi pesawat gue delay 3 jam dan mengharuskan gue dan rombongan take off jam 9 pagi 🙂 🙂 🙂 Alhasil gue dan rombongan menghabiskan waktu dengan foto-foto di airport dan…TIDUR.

Lalu…seperti apa sih Kepulauan Labengki-Sombori sampai bikin jatuh hati?

Labengki dan Sombori adalah dua pulau yang berbeda. Pulau Labengki terletak di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara sedangkan Sombori berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Kedua pulau ini dapat diakses dengan menggunakan kapal kecil yang selayaknya digunakan untuk transportasi antar pulau. Rombongan kami menyewa sebuah rumah penduduk yang dijadikan homestay di Desa Labengki sebagai tempat menginap. Rumahnya cukup luas untuk menampung 14 orang, terlebih ada 3 kamar dan 1 ruang tamu. Lumayan banget kan?

Kepulauan Labengki-Sombori dikenal sebagai miniatur Raja Ampat karena memiliki barisan pulau dengan bentuk yang indah. Selama perjalanan dari pelabuhan Kendari sampai menuju lokasi, gue disuguhkan pemandangan barisan bukit karang, hutan rimbun, dan tentu saja…air laut asin dengan warna biru-hijau toscanya yang memikat.

Siapa yang nggak jatuh cinta?

Sayang banget, waktu gue kesana cuaca lagi jelek-jeleknya. Tapi versi cuaca mendung aja segini bagusnya, apalagi kalau cerah ya? Gue juga berhenti di satu spot yang memiliki pasir putih timbul seperti Pulau Pahawang.  Pantai ini berada di Pulau Sombori dan bernama Pantai Air Kiri.

Pantai Pasir Timbul

Mengapa disebut Pantai Air Kiri? Karena terdapat lubang di salah satu bagian dinding karangnya, yang mana kalau lo memasukkan tangan kiri ke dalamnya, akan ada air tawar yang tertadah di tangan.

Satu area di atas bisa menghasilkan puluhan foto dengan angle yang berbeda. Beneran deh, berasa pulau pribadi! Lo bisa puas berpose sampai ke area agak tengah karena airnya nggak dalam.

Oke itu sisi Labengki yang agak kalem, sekarang gue mau mengenalkan ke bagian menegangkannya. Kepulauan Labengki-Sombori dikelilingi oleh perbukitan karang yang menyimpan mutiara terpendam. Kalau kata temen-temen gue yang naik sih, jalur trekking-nya masih terjangkau walaupun harus ekstra hati-hati karena melewati batu karang.

Awal mula pendakian tebing karang….

Photo Credit: @ketanjapiters

Setelah bersusah-susah menaiki batu karang yang tajam dengan peluh membanjiri, seperti inilah view yang ditawarkan sekaligus menjadi daya tarik wisata Labengki-Sombori!

Photo Credit @reaganwu on Instagram

Wah.. ternyata di balik perbukitan karang terdapat sebuah telaga yang indah. Ini baru beberapa loh yang ketahuan warga, sedangkan ada banyak tebing karang serupa di sana. Mungkin aja ada banyak tempat lainnya yang belum terjamah dan nggak kalah bagusnya!

Halo, Mini Raja Ampat!! (Photo Credit @reaganwu on Instagram)

Nah ini dia main point  dari Labengki-Sombori! Bentuk perbukitan dan perairannya memang menyerupai Raja Ampat. Pas tau view-nya sebagus ini, ada rasa menyesal sih nggak ikutan naik ke atas. Tapi apa daya, ngeri asma kumat di atas, ntar malah ngerepotin orang 🙁

Photo Credit @reaganwu on Instagram

Jika ingin mendaki tebing, sangat disarankan untuk memakai sandal gunung atau sepatu khusus untuk trekking. Sebaiknya gunakan juga sarung tangan tebal untuk menghindari tangan tergores batu karang. Nggak mau kan tangan dan kaki jadi korban setelah berhasil mendapatkan foto-foto cantik? Kalau lo takut ketinggian dan nggak berani buat trekking, jangan berkecil hati, duduk manis dan menikmati pemandangan aja di kapal seperti yang gue lakukan bersama beberapa teman lainnya 😀

Photo Credit @reaganwu on Instagram

Tentu saja bukan hanya gugusan pulau dan pantai cantik yang dimiliki Kepulauan ini. Labengki-Sombori merupakan satu paket lengkap untuk lo yang hobi di air maupun daratan. Mau snorkeling? Bisa… Mau menantang adrenalin dengan manjat-manjat? Bisa banget.. Yang pasti semuanya berujung ke satu pemandangan alam yang bikin lo rindu untuk kembali lagi ^^

-tbc.Ssstt ada beberapa spot tidak kalah menarik  yang akan gue tulis di postingan berikutnya 😀

Tulisan ini menarik untuk dishare!

8 comments / Add your comment below

  1. MasyaAllah jernihnya airnya.
    Jadi kalau ke Kendari sebaiknya juga ke sana ya, eman udah jalan sejauh itu hehe.
    Lokasinya cukupramai ya? Berarti udah populer banget di sana 😀
    TFS

    1. Halo mbak april 🙂
      iya mba, nyebrang dari kendari sekitar 2 jam udah sampe Labengki-Sombori.
      Lumayan mba, tapi tetap terkoodinir dengan baik oleh guidenya hehe.

      Thanks for reading^^

Leave a Reply