Gone Not Around Any Longer, Sistar?

Hari itu, berjalan biasa-biasa aja. Gue masih naik Commuter Line setiap jam 7 pagi dari stasiun Sudimara. Seperti hari-hari lainnya, selama perjalanan menuju kantor, telinga tertutupi headphone dan nikmatin playlist Kpop yang diselingin sama lagu-lagunya Ed Sheeran.

Tapi begitu sampai kantor, pas banget kerjaan dateng kayak air bah. Biasanya pasti sempet cek Twitter dulu, ini langsung buka file kerjaan, walaupun sambil curi-curi ngobrol lewat Web WhatsApp. Tiba-tiba temen ngasih kabar lewat chat, kalimat berupa pertanyaan yang bernada nggak yakin namun udah pasti terjadi.

“Lah Sistar bubar?”
“Ah jangan bercanda lo”
“Serius gue, coba cek Twitter”

Langsung gue buka tab Twitter dan headline dari allkpop terpampang jelas,
“[BREAKING] SISTAR to reportedly disband after 7 years”

Lalu gue bengong. Apa-apaan deh? Girl Group golden era kok pelan-pelan mulai abis? T-ara, 4Minute, Wonder Girl, bahkan 2NE1 udah nggak eksis lagi. Cuma sisa SNSD dan Sistar sebagai girl group golden era yang gue suka. SNSD aja sekarang udah ilang-ilangan, trus sekarang Sistar bubar?

Gue emang bukan bagian dari fandom Sistar tapi gue termasuk dari sekian banyak orang yang happy kalo Sistar comeback. Lagu mereka selalu enak-enak dan walaupun konsep Sistar emang sexy, entah kenapa gue nggak melihat itu menjadi sesuatu yang bitchy.

Walaupun Hyorin, Bora, Dasom, dan Soyou dibalut dengan image sexy selama 7 tahun, tapi mereka jauh dari gosip yang aneh-aneh. Bahkan mereka eksis di berbagai project featuring lagu dan drama. Kepribadian mereka juga nggak mencerminkan “cewek-cewek nakal”, malah cenderung nge-gemesin. Mereka adem ayem, nggak ada kontroversi, dan tiba-tiba memutuskan buat disband.

Lagu-lagu Sistar apa sih yang nggak enak? Gue pertama kali tau mereka dari lagu So Cool. Sekali denger, gue langsung jatuh cinta! Mereka tuh sexy tapi berkelas dan nggak modal pamer body doang. Kemudian Sistar pun membentuk sub group Sistar 19 yang beranggotakan Hyorin dan Bora. Mereka ngeluarin lagu Ma Boy yang menurut gue nggak akan lekang oleh waktu.

Sistar juga dikenal sebagai Queen of Summer, kenapa? Karena mostly mereka comeback pas Summer~ Hmmm 🙂
Coba tengok deh konsep lagu Loving U, I Swear, dan Touch My Body, seger-seger pas summer gitu kan? Cocok sih sama bentuk body mereka yang fit banget sama outfit summer :p Pokoknya kalo lagi bad mood, musik cheerful nya Sistar bisa deh bikin nyanyi dan joget-joget sendiri yang berujung mood jadi happy.

Dan di tengah-tengah eksistansi Sistar yang stabil di dunia hiburan, mereka memilih berpisah dan berjalan-jalan sendiri? Terlepas dari berbagai alasan yang memicu mereka buat disband, gue malah fokus ke MV terakhir sebagai persembahan terakhir.

Lagu Lonely ber-genre ballad, yang mana dari awal gue klik play di YouTube, gue langsung terhanyut sama melodi dan suara mereka. Walapun lagu ballad dan untuk perpisahan, lagu ini nggak menye-menye. Gue malah merasa  lagu ini menggambarkan sosok wanita strong walaupun dihadapkan sama tragedi dan perpisahan.

Tone warna MV Lonely bikin video ini beda dari MV Sistar sebelumnya yang selalu pake kombinasi warna cerah. Entah mengikuti trend filter warna kpop atau memang karena konsep lagunya yang gloomy. Keseluruhan lirik dan secene MV ini bercerita tentang perpisahan.
Bagaimana keadaan yang terbiasa bersama kemudian berpisah namun tetap berusaha untuk bahagia.

Let’s just end here and forget about us
Can’t we go back in time?
Breaking up is the only option left
You’re preparing our end, too
We can’t go back in time
That’s what hurts

Hiks nangis nggak sih, tapi kan kenyataannya memang nothing lasts forever. Gue cuma sedih aja kalau group golden era udah nggak eksis lagi, 5-10 tahun ke depan playlist kpop gue bakalan flat :”) Sebelum bener-bener bubar, Sistar sempet ngasih last perform mereka yang berupa medley lagu-lagu hits lho di acara musik!


Good bye, Sistar. Kok bisa ya judul lagu kalian menjadi kenyataan di dunia nyata?
Gone Not Around Any Longer 🙂

Tulisan ini menarik untuk dishare!

Leave a Reply