Mengenal Profesi Content Writer

*Postingan ini ditulis berdasarkan pendapat dan pengalaman writer, kalau ada yang masih salah, harap dimaklumi dan silakan dikomentari :D*

Tahun 2017 merupakan tahun ketiga gue berada di dunia Content Writing. Udah lama? Nggak sama sekali! Walaupun bukan tergolong anak bawang, tapi masih banyak banget yang harus dipelajari. Gue banyak dapet pertanyaan (terlebih dari orang-orang yang bukan bekerja di ranah digital), “kerjaan kamu nulis apa sih?” Well..sebagian orang memiliki pemahaman, kalau lo kerja sebagai penulis berarti lo adalah wartawan yang menulis untuk berita koran atau majalah. Itu nggak salah kok, memang benar ada writer yang bekerja di area tersebut.

Tapi selain menjadi wartawan, pekerjaan menulis itu terbagi jadi banyak ruang lingkup lagi. Lo bisa pilih salah satu yang mau difokusin tapi nggak ada salahnya juga kalau mau belajar semuanya (HEHE). Jadi pekerjaan sebagai Content Writer itu bisa terbagi jadi apa aja?

Social Media Content Writer

Ini pekerjaan yang paling seru guys! Hahaha~ Seorang Social Media Content Writer bertanggung jawab penuh akan tulisan-tulisan yang diposting di channel Social Media. Jadi misalnya lo follow account socmednya Indomie nih. Nggak mungkin dong isi socmednya Indomie kosong? Setiap harinya harus ada update kan? Nah disini tugas Content Writer buat nentuin konten-konten apa aja yang menarik untuk ditulis.

Tentu aja Content Writer nggak kerja sendirian. Lazimnya sih, dia kerja sama dengan Designer dan Social Media Specialist untuk brainstorming, konten apa sih yang kira-kira bakal banyak di-like dan di-comment? Konten kayak gimana yang bakal viral dan membawa pengaruh baik untuk brand yang di-handle?Inget ya..”lazimnya” pekerjaan ini dilakukan di dalam satu tim.

Tapi terkadang ada juga kantor yang memperkerjakan satu orang buat lakuin 3 jobdesc. Nulis konten iya, mikirin strategi iya, sampe design sendiri juga iya… Kalo lo ada di posisi nggak enak kayak gitu, senyumin aja, jalanin 3 bulan, trus resign deh. *lah* HAHA nggak kok bercanda. Ada sisi positifnya kalau kamu bisa multitasking, tapi kalau udah semakin keteteran, jangan diem aja ya. Kamu harus bisa kibarin bendera putih atau minimal speak up 🙂

Product Content Writer

Content writer dengan jobdesc menulis deskripsi produk itu ada di industri e-commerce, situs seperti MatahariMall, Lazada, Zalora, Blibli, dan lain-lain yang nggak mungkin gue sebutin semuanya. Tugas Product Content Writer adalah menulis dengan jelas deskripsi dan manfaat sebuah produk sehingga orang tertarik untuk klik “beli”.

Tingkat kesulitannya memang nggak terlalu tinggi, tapi loadnya lumayan banyak.Gue pernah kerja di bagian ini dan setiap harinya harus nulis 20-70 produk yang akan dijual. Alhamdulillah kalau tim marketingnya mau kasih deskripsi lengkap, kadang nggak ada, jadi writernya modal googling sana-sini atau cari-cari referensi di YouTube :))

Walaupun nggak terlalu susah, tapi nulis konten produk harus ekstra teliti. Nggak mau kan diteriakin tim customer service gara-gara foto yang tampil di website warna hitam tapi di deskripsi lo nulis warna merah? Atau ukuran baju lingkar dada 100 cm tapi lo tulis 130 cm? :p

Article Writer untuk Media Online

Oke~~ Jadi ini pekerjaan writer yang paling menuai kontroversi hahaha. Seorang blog/article writer adalah perangkai kata dibalik media online seperti Hipwee, Tirto, CNN, dan masih banyak lagi. Sejujurnya gue belum pernah sih kerja di ranah ini, jadi nggak bisa kasih gambaran lebih banyak. Nanti malah dianggap sotoy :))

Jadi setau gue, writer media online ini harus bekerja keras supaya tulisannya itu di-klik dan mendatangkan banyak traffic untuk websitenya. Trus kenapa kalau websitenya banyak traffic? Itu bisa jadi lahan bisnis karena semakin banyak traffic berarti semakin banyak juga brand yang pasang iklan disitu.

Nah gimana cara supaya artikelnya di-klik? Ada banyaaaak caraaa!!!Salah satunya bikin judul yang catchy atau nyeleneh sekalian, senggaknya orang-orang kepo buat cari tau. Trus harus selalu update dengan trend terbaru. Misalnya “Masih Belum Bisa Move On Dari Konser BTS? Yuk Obati Rasa Rindu Dengan Nonton Kompilasi Video Terbaik Mereka!” atau “Wah GongYoo Ajussi Lagi Liburan di Lombok! Kira-kira Dia Mau Nggak ya Kalau Diajak ke 5 Tempat Cantik di Lombok Ini?” yahh yang seperti itu lah kira-kira. Walaupun kadang isi artikelnya nggak nyambung sama judul yang penting kan traffic duluuuu~~~ hehehe.

Web Content/Blog/SEO Writer

Jreeeeng~~ KOK BANYAK AMAT SAMPE TIGA? Tenang…. Karena ketiganya saling berkaitan! Oke misalnya gue ambil contoh website Traveloka, situs penjualan tiket murah. Apa tujuan dibuatnya kata-kata di dalem website? Supaya kalau ada yang ketik “tiket pesawat murah” atau “cari tiket murah”, Google langsung ngebawa dia ke website Traveloka (ini contoh loh ya, sumpah ini bukan postingan berbayar :D)

Gimana caranya supaya Google langsung direct ke website Traveloka? Dengan menyelipkan keyword yang berhubungan dengan “tiket murah” di konten website. Gue nggak mungkin jelasin secara detail tentang keyword SEO karena gue nggak terlalu paham 100% bakalan jadi panjaaaang banget dan nggak cukup di satu postingan.Beberapa element pendukung content website bisa diliat disini:

Nggak lupa juga satu bagian penting, kunci dari segala pemanggil keyword, yaitu blog! Selain https://blog.traveloka.com/. Gue kasih contoh lain deh..Misalnya ada ada https://www.shopback.co.id/blog, http://blog.tiket.com/, dan http://magazine.orami.co.id/.

Nah si blog writer ini bertugas untuk menulis artikel-artikel berdasarkan keyword yang sesuai identitas perusahaannya.

Ribet? Susah? Iya sih. HAHA. Tapi SEO itu seru kok dan kalau dipelajari dengan tekun, bakalan menyenangkan 😀

Copywriter

Banyak yang nanya, apa sih bedanya Content Writer dengan Copywriter? Kalau menurut pemahaman gue sih (CMIIW), copywriter itu speasialis bikin tagline, membuat satu kalimat tapi udah cukup bikin orang ngeh. Biasanya banyak digunain untuk penulisan di billboard dan banner yang nggak membutuhkan kalimat panjang.Contohnya?

Kalimat singkat kayak “Hooray Payday” dan “Mayday Sale” itu adalah tugas copywriter. Gimana caranya bikin satu kalimat menarik tapi langsung kena target.

Okay jadi dari kelima tipe writer, lo lebih suka yang mana? Kalau gue pribadi sih lebih suka Social Media Content Writer dan SEO Writer hehehe! Jadi jangan bingung dan takut kalau lo punya hobi nulis dan bingung mau kerja dimana. Lo bisa mulai karir lo dan banyak belajar serta melatih mental di Digital Agency atau Startup. Next nya gue akan coba nulis gimana cari celah untuk memulai kerja sebagai content writer deh 😀 Jadi siapa diantara lo yang udah bekerja dan mencintai profesi content writer? 🙂

Tulisan ini menarik untuk dishare!

2 comments / Add your comment below

  1. Ini kalau orang awam pada bingung pasti kok writer byk cabangnya haha. Aku uda pernah menjalani beberapa job itu. Content writer socmed, content writer web utk produk, sampai jadi Socmed specialist.

    Nice share!

Leave a Reply